Skip Global Navigation to Main Content
Skip Breadcrumb Navigation
Siaran Pers

Amerika Serikat Dukung Produksi Beras Modern di Indonesia

28 Oktober 2011
Baris Belakang (Kiri ke Kanan): Direktur Pelaksana PT Lumbung Padi Indonesia (PTLPI) Michael Wirani, Direktur Seacor Robert Totah. Baris Depan (Kiri ke Kanan): Presiden Direktur PTLPI Fara Luwia dan Dubes Marciel. (State Dept.)

Baris Belakang (Kiri ke Kanan): Direktur Pelaksana PT Lumbung Padi Indonesia (PTLPI) Michael Wirani, Direktur Seacor Robert Totah. Baris Depan (Kiri ke Kanan): Presiden Direktur PTLPI Fara Luwia dan Dubes Marciel.

Belakang:  Konselor Bidang Pertanian Kedubes AS Dennis Voboril, Direktur Pelaksana PTLPI Michael Wirani, Direktur Seacor Robert Totah dan Konselor Bidang Ekonomi Kedubes AS Jim Carouso. Depan: Presiden Direktur PTLPI Fara Luwia dan Dubes Marciel.

Belakang: Konselor Bidang Pertanian Kedubes AS Dennis Voboril, Direktur Pelaksana PTLPI Michael Wirani, Direktur Seacor Robert Totah dan Konselor Bidang Ekonomi Kedubes AS Jim Carouso. Depan: Presiden Direktur PTLPI Fara Luwia dan Dubes Marciel.

JAKARTA -- Di  Kedutaan Besar AS, pada hari ini, Duta Besar Scot Marciel menyaksikan penandatanganan perjanjian kredit antara PT Lumbung Padi Indonesia (PTLPI) dan Overseas Private Investment Corporation (OPIC), lembaga keuangan pembangunan Pemerintah AS, untuk memberikan pembiayaan jangka panjang bagi pembangunan dan pengoperasian pabrik penggilingan padi modern di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dengan perkiraan nilai proyek sebesar 21 juta dolar AS.
 
“Proyek ini merupakan salah satu contoh kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam meningkatkan keamanan pangan bagi rakyat Indonesia dengan menggunakan permodalan dan teknologi dari Amerika untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerugian pascapanen,” ujar Duta Besar Marciel. OPIC tengah meningkatkan dukungan untuk investasi di Indonesia, sebagai bagian dari Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.
 
Hasil panen padi di pulau Jawa mencapai sekitar 5 ton per hektar, sementara di negara Asia lain, hasil panennya mencapai 9 ton per hektar. Salah satu akar masalah ketidakefisienan dalam industri beras adalah kerugian yang dialami pada proses yang terjadi setelah panen, sebelum distribusi ke pembeli. Fasilitas PTLPI yang baru ini akan memotong kerugian, yang mencapai sekitar 20% dari hasil panen tersebut, yang disebabkan oleh proses pengeringan di bawah sinar matahari yang tidak efisien serta proses penggilingan padi dengan teknologi kuno.
 
“Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan OPIC dalam proyek ini, yang menjadi langkah awal Indonesia menuju swasembada beras. Proyek ini menjadi yang pertama dari sekian banyak proyek serupa yang akan kami gulirkan di tanah air,” kata Ibu Fara Luwia, Presiden Direktur PTLPI. Para sponsor PTLPI terdiri dari Totah Associates dari AS serta Farma International Pte. Ltd. dari Singapura. Sementara itu, Delphos International menjadi penasihat keuangan PTLPI.
 
Setelah selesai dibangun, pabrik penggilingan padi tersebut pada awalnya akan mengurangi kerugian yang timbul dari proses pengeringan di bawah sinar matahari, penyimpanan, serta penggilingan hingga sebesar 6%. Lebih dari 50.000 keluarga petani di Jawa Timur diharapkan akan merasakan manfaatnya. Perusahaan penggilingan padi ini nantinya akan menjadi pembeli tetap ketika masa panen puncak, bahkan ketika harga gabah jatuh dan petani sulit untuk mencari pembeli. PTLPI akan membantu sekitar 200 pabrik penggilingan padi skala kecil dan menengah di wilayah sekitar dengan membeli gabah yang belum selesai digiling untuk diproses lebih lanjut. Pembangunan ekonomi wilayah yang juga akan dihasilkan adalah penciptaan lapangan kerja dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan kejuruan dan bantuan pendidikan dari PTLPI. Bila pabrik ini telah berjalan penuh, PTLPI berencana untuk mempekerjakan langsung lebih dari 50 orang.