Skip Global Navigation to Main Content
Skip Breadcrumb Navigation
Lembar Informasi

LEMBAR INFORMASI: Hubungan Amerika Serikat-Indonesia

03 September 2012

Sejak Menteri Luar Negeri Clinton mengunjungi Indonesia pada 2009 dalam lawatan luar negeri pertamanya sebagai menteri luar negeri dan dua tahun setelah peluncuran Kemitraan Komprehensif, hubungan Amerika Serikat-Indonesia belum pernah sekuat ini. Komitmen Presiden Obama dan President Yudhoyono dalam meningkatkan hubungan bilateral dengan mengintensifkan konsultasi dan mengembangkan kebiasaan kerja sama meletakkan dasar bagi kemitraan yang secara strategis vital antara negara demokrasi terbesar pertama dan kedua tersebut. Menteri Luar Negeri AS dan Menteri Luar Negeri RI mengetuai bersama Komisi Gabungan untuk memastikan terciptanya momentum berkelanjutan dalam menjaga kemitraan.  Beberapa pencapaian yang patut dicatat adalah:


Kerja Sama Global dan Regional

  • AS dan Indonesia bekerja sama erat dalam lembaga-lembaga multilateral, termasuk ASEAN Regional Forum/Forum Regional ASEAN (ARF) dan East Asia Summit/KTT Asia Timur (EAS).  Keputusan AS untuk bergabung di EAS dan partisipasi Presiden Obama menunjukkan komitmen AS dalam memperdalam keterlibatannya di kawasan Asia-Pasifik.
  • Para pejabat dari kedua negara berkonsultasi tentang berbagai isu seperti bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, perubahan iklim, serta penyebaran penyakit berjangkit.
    Melalui serangkaian kunjungan tingkat tinggi yang makin bertambah, hubungan bilateral pun terus berkembang.  Menteri Luar Negeri Clinton menghadiri ARF di Indonesia pada Juli 2011.  Presiden Obama dan Menteri Clinton melawat ke Bali untuk menghadiri Pertemuan Pemimpin AS-ASEAN pada bulan November 2011.  Sejak 2010, kami secara bergiliran menyelenggarakan pertemuan-pertemuan Komisi Bersama.
    AS terus berkonsultasi dengan Indonesia dalam mendukung dan memperkuat tiga pilar Traktat Nonproliferasi Nuklir—nonproliferasi, penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai, dan pelucutan senjata. Kami telah bekerja dengan Indonesia dalam mendorong semua negara ASEAN untuk memasukkan Protokal Tambahan kepada perjanjian pengamanan dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan kami menyambut baik kemitraan Indonesia dalam Prakarsa Penggunaan Untuk Tujuan Damai IAEA.
  • Di bawah keketuaan Indonesia di ASEAN selama tahun 2011, Indonesia bekerja sama dengan Amerika Serikat serta negara pemilik senjata nuklir (P5) lainnya untuk menangani berbagai permasalahan yang belum teratasi, yang telah menghambat P5 dalam menandatangani Protokol untuk Traktat Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara/Protocol to Asia Nuclear-Weapon-Free Zone (SEANWFZ) Treaty. Perundingan sukses diakhiri pada EAS bulan November 2011. 
  • Sebagai tuan rumah Bali Democracy Forum, Indonesia merupakan pemimpin dalam mengembangkan demokrasi di kawasan Asia-Pasifik. AS menghadiri forum tahunannya sebagai pengamat.

     

Ekonomi, Perdagangan dan Investasi

  • Indonesia akan menjadi tuan rumah Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada tahun 2013.  AS berkomitmen untuk mendukung tahun ketuanrumahan Indonesia, mempererat kerja sama dengan APEC, serta membangun dari momentum tahun keketuaan AS yang kuat pada 2011 lalu.
  • Sejak 2009, ekspor barang AS ke Indonesia telah meningkat dari $5,1 miliar ke $7,4 miliar pada tahun 2011, dan impor barang telah meningkat dari $12,9 miliar ke $19,1 miliar. Investasi asing langsung (FDI) dari Amerika Serikat bertambah menjadi $1,5 miliar pada tahun 2011, yang menjadikan AS sebagai kontributor ketiga terbesar.
  • Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat/United States Agency for International Development (USAID) memberikan pinjaman kredit Development Credit Authority yang membantu menciptakan lapangan kerja dengan memberikan pembiayaan senilai $20 juta dan memperluas akses terhadap jasa keuangan bagi lebih dari 26.000 orang Indonesia
  • Nota Kesepahaman Infrastruktur AS-Indonesia yang ditandatangani pada 8 Agustus 2012 akan mendukung kerjasama bilateral yang lebih luas dan proyek-proyek infrastruktur.

     

Pendidikan

  • Jumlah visa AS yang dikeluarkan bagi siswa Indonesia telah meningkat sebesar 25% selama dua tahun belakangan. Kedua pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah siswa yang belajar di negara satu dan lainmua selama lima tahun kedepan.
  • Di bawah Kemitraan Pendidikan Tinggi, AS akan berinvestasi sebesar lebih dari $165 juta dari 2010 hingga 2014 untuk meningkatkan kerja sama bidang pendidikan dengan Indonesia.  Hal ini meliputi dukungan bagi pertukaran akademis yang diperluas, termasuk program Fulbright Indonesia Research, Science and Technology (FIRST) untuk pelajar dan akademisi Indonesia, Community College Initiative untuk mahasiswa dan dosen Indonesia, dukungan bagi warga Amerika yang belajar bahasa di Indonesia, serta program bahasa Inggris bagi warga Indonesia.  Dukungan untuk upaya pembangunan kapasitas, seperti program Kepemimpinan dan Manajemen Pendidikan Tinggi USAID serta berbagai kemitraan universitas juga termasuk di dalamnya.
  • Program pascasarjana USAID memberikan $20 juta dalam bentuk beasiswa bagi siswa Indonesia untuk belajar di Amerika Serikat dan di Indonesia.
  • Perluasan program pendidikan dasar USAID akan memberikan $83 juta untuk pelatihan guru serta pengembangan strategi program membaca tingkat awal.

 

Pembangunan

  • Program Millennium Challenge Corporation (MCC) compact senilai $600 juta yang ditandatangani pada November 2011 menyediakan investasi dalam bidang energi terbarukan, gizi ibu dan anak, serta dukungan bagi upaya Indonesia dalam memodernisasi  sistem pengadaan publiknya.
  • Pada 2010, program United States Peace Corps di Indonesia dibuka kembali dan kini telah memiliki 63 sukarelawan di Jawa Timur dan tiga di Jawa Barat.  Tahun depan, Peace Corps akan menempatkan 40 sukarelawan baru di Jawa Timur dan 20 lainnya di Jawa Barat.
  • Kemitraan Mobile Money USAID akan segera memberikan jasa perbankan melalui telepon seluler dan perangkat bergerak lainnya bagi penduduk desa. 
  • OPIC meluncurkan fasilitas kredit kedua bernilai $20 juta untuk mendukung lembaga keuangan mikro.
  • Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan USAID telah membentuk kemitraan untuk mengembangkan kapasitas sektor swasta dalam memperbaiki kebijakan dan produktivitas pertanian dengan mendirikan lembaga penelitian pertanian. 

 

Iklim, Lingkungan, dan Energi

  • Prakarsa “Kesejahteraan Hijau” MCC akan meningkatkan investasi sektor swasta dalam mendukung strategi pertumbuhan hijau Indonesia.
  • Program Dukungan Kehutanan dan Iklim Indonesia USAID senilai $40 juta berupaya di delapan lanskap untuk mencapai pengurangan tingkat degradasi dan pemusnahan hutan sebesar 50%; peningkatan pengelolaan 3,5 juta hektar hutan; pengurangan lahan proyek emisi gas rumah kaca sebesar 50%; serta peningkatan sumber daya keuangan berkelanjutan sebesar 20%. 
  • Melalui hibah kepada U.S. Forest Service, Departemen Luar Negeri mendukung pengembangan Indonesian Climate Change Center serta upaya yang dilakukan lembaga itu dalam memetakan dan memperlambat pemusnahan lahan gambut, sebagai penyebab utama emisi gas rumah kaca di Indonesia.
  • U.S. Trade and Development Agency (USTDA) akan mensponsori misi pendidikan ke AS pada Oktober 2012.  Kami berharap dapat berbagi praktik terbaik AS dalam pengembangan gas non-konvensional dan membahas kebijakan dan investasi di sektor energi Indonesia.
  • Melalui project Indonesia Clean Energy Development senilai $16 juta, USAID membantu Indonesia dalam mengembangkan pasokan energi domestiknya serta memenuhi komitmennya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor energi dan transportasi.

 

Pertahanan dan Keamanan

  • Perdagangan pertahanan merupakan komponen penting dalam hubungan bilateral secara keseluruhan. AS menghibahkan 30 Barang Pertahanan Berlebih F-16 kepada Indonesia, dan Indonesia yang akan memperbaiki pesawat tempur itu dengan dana APBN. Hal itu merupakan contoh kerja sama pertahanan yang patut diperhitungkan.
  • AS membeli peralatan berat konstruksi senilai $2,2 juta untuk meningkatkan kapasitas pelatihan di Indonesian Peacekeeping Center yang baru didirikan.
  • Latihan gabungan bantuan kemanusiaan dengan AS, Indonesia, dan negara lain dalam kawasan dijadwalkan berlangsung pada bulan November.  Latihan ini akan menjadi bagian dari lebih dari 170 kerja sama militer-militer antara AS dan Indonesia tiap tahunnya.
  • Dana U.S. Foreign Military Financing (FMF) dan International Military Education and Training (IMET) digunakan untuk melatih profesionalisme dan keahlian teknis militer Indonesia, seraya meningkatkan kemampuan operasional secara keseluruhan.



Aturan Hukum dan Penegakan Hukum

  • Dengan pendanaan dari Departemen Luar Negeri, program International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP) dari Departemen Kehakiman memberikan pengembangan bantuan, kapasitas, dan kompetensi penegakan hukum dalam memerangi kejahatan terorganisasi transnasional, melindungi sumber daya alam, bidang forensik, kelautan, serta keamanan pelabuhan dan perbatasan..
  • Program Office of Overseas Prosecutorial Development Assistance and Training (OPDAT) dari Departemen Kehakiman, yang juga mendapat dana dari Departemen Luar Negeri memberikan bantuan aturan hukum, seperti pelatihan bagi jaksa kasus terorisme, mendukung program keamanan pengadilan, serta memberikan nasihat dalam penyitaan aset,  pemberantasan pencucian uang, dan legislasi pembiayaan terorisme. 
  • Program Export Control and Related Border Security dari Departemen Luar Negeri memberikan pelatihan di bidang penegakan hukum maritim, senjata pemusnah massal, dan pelarangan.
  • USAID meningkatkan aturan hukum dengan memperkuat Mahkamah Agung, meningkatkan pendidikan hukum, serta meningkatkan kemampuan LSM lokal dalam advokasi hak asasi manusia.
  • Atase Hukum FBI melakukan penyelidikan gabungan dan paralel dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
  • Pada tahun 2012, program Bantuan Anti-terorisme dari Departemen Luar Negeri memberikan pelatihan dan peralatan kepada 545 anggota Polri.  Para lulusan program ini kini memberikan pelatihan kepada rekan-rekan mereka dalam hal kemampuan menangkal terorisme, seperti tanggap krisis, anjing pelacak (K-9), dan penyelidikan ledakan.