Alumni
- Terjemahan:
- English
Mimpi Indonesia Milik Suwartoyo
Mimpi Indonesia Milik Suwartoyo
Suwartoyo, seorang alumni International Sports Programming Initiative bekerja sehari-hari membantu penyandang cacat di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) di Yogyakarta. Suwartoyo, seorang disable pada bagian tangannya, bekerja sebagai pembuat alat bantu bagi penyandang cacat seperti kaki palsu, braces (penyangga) kaki untuk penderita polio dan lain sebagainya. Di Yayasan ini Suwartoyo juga membantu bagian program rehabilitasi holistik dan menangani program olah raga rekreasi bagi para penyandang cacat di Indonesia.
Tanggal 1 Juli hingga 30 September lalu, Suwartoyo diundang ke Amerika Serikat melalui program Yogyakarta Empowerment and Potential International Sports Project for Individuals with Disabilities. Suwartoyo berpergian bersama dengan sembilan orang termasuk beberapa orang penyandang cacat dan para pekerja untuk program pelayanan bagi penyandang cacat di Yogyakarta. Fokus program tersebut adalah berbagi pelajaran dan ide untuk memajukan peran penyandang cacat di dalam komunitas yang lebih luas. Program tersebut meliputi topik yang berbeda-beda, kesempatan yang setara bagi penyandang cacat, membangun tim, memajukan akses fasilitas umum, keselamatan , program rekreasi, program terapi dan metode untuk memajukan pengetahuan bagi penyandang cacat.
“Banyak hal yang telah saya pelajari selama kunjungan saya ke Amerika – kesetaraan hak bagi penyandang cacat fisik, fasilitas publik yang mengakomodasi orang cacat. Dan yang paling saya kagumi adalah… kesempatan penyandang cacat bekerja di dalam komunitas tanpa prasangka, melakukan pekerjaan yang sama dengan orang normal umumnya,” ujar Suwartoyo dalam wawancaranya dengan salah seorang staf Kedutaan Besar bulan Desember lalu.
Setelah program, para peserta diminta untuk memikirkan ide-ide yang dapat diaplikasikan di Indonesia setelah program berakhir. Suwartoyo memikirkan beberapa ide seperti membangun program rekreasi untuk penyandang cacat, termasuk memperhatikan taman publik untuk memastikan tersedianya akses bagi penyandang cacat dan memngumpulkan hasil temuannya kepada pemerintah. Selain itu, Suwartoyo merancang program olahraga yang bertujuan untuk mengembangkan potensi atlit penyandang cacat.
“Kami berjalan pelan menuju kesempatan sejajar bagi penyandang cacat di Indonesia, tapi program ini telah mengajarkan banyak kepada saya mengenai usaha masyarakat awam menuju jenjang yang lebih baik. Kami berharap untuk memberikan kontribusi untuk penyandang cacat dalam bidang pendidikan, bantuan kursi roda, dan yang paling penting adalah pembangunan kapasitas,” jelas Suwartoyo.
Antara tahun 1983 dan 2004, Suwartoyo aktif sebagai atlit berbagai cabang olahraga seperti sepak bola dan tenis meja. Pada tahun 1986 ia bergabung dalam kompetisi olahraga Far East and South Pacific Games (FESPIC) bagi penyandang cacat dimana ia memenangkan medali perunggu untuk lempar lembing dan medali emas untuk sepak bola. Ia kembali meraih medali emas pada FESPIC Games 1989 di Kobe, Jepang. Suwartoyo tearkhir mengikuti FESPIC Games pada tahun 1994 dan berlanjut sebagai pelatuh untuk atlit yang tergabung di Komite Paralympic Nasional, Jawa Tengah.